Tips dan Cara Memilih Radiator Coolant Yang Tepat

Tips dan Cara Memilih Radiator Coolant Yang Tepat ---Memilih cairan radiator atau yang sering disebut radiator coolant memang haruslah teliti, karena pemilihan jenis Radiator Coolant yang tepat sangat menentukan kualitas dan ketahanan dari sepeda motor kesayangan kamu.
Tips dan Cara Memilih Radiator Coolant Yang Tepat
Dalam kesempatan kali ini MotorAlap akan mencoba berbagi informasi yang dapat membantu kamu dalam memilih Radiator Coolant pas dengan jenis serta kebutuhan sepeda motor kesayangan kamu yaitu Tips dan Cara Memilih Radiator Coolant Yang Tepat, berikut informasi lengkapnya untuk kamu.

Istilah radiator coolant (RC) tak asing bagi pemilik motor yang dilengkapi radiator. RC ini diyakini lebih membantu proses pendinginan mesin dibanding dengan air biasa. Bahkan beberapa APM (Agen Pemegang Merek) pun merekomendasikan penggunakaan RC dibanding air. Benarkah? Yuk, kita kupas. Sistem pendingin radiator, wajib dibantu oleh air. Fungsi air ini bersirkulasi di dalam mesin sehingga menjaga mesin dalam temperatur ideal. Apabila mesin terlalu panas, jadinya overheat.

Sebetulnya, menggunakan air biasa pun tidak masalah. Hanya saja harus dipilih yang benar-benar tidak mangandung mineral (alkali) dan asam. Air mengandung mineral akan menyebabkan radiator berkerak. Bila terlalu banyak mengandung asam, akan menyebabkan korosi. Nah, karena kualitas air tidak bisa dipastikan inilah makanya orang beralih ke RC.

Kandungan di RC itu sendiri adalah air murni, glycol dan anti-karat. Glycol menjadi unsur terpenting di dalan RC. Karena fungsinya, Menaikan titik didih air, dan menurunkan titik beku air. Di daerah tropis seperti Indonesia, fungsinya lebih ke menaikkan titik didih. Karena kita tidak ada musim salju.

Sampai berapakah kenaikan titik didih air di radiator? Itu tergantung berapa persen kandungan glycol di coolant itu sendiri. Misal, kandungan glycol-nya 10 persen, maka titik didih air naik hingga 110 derajat celcius.

Jadi, fungsi coolant bukan untuk mendinginkan temperatur, tetapi memperpanjang titik didih air di dalam sistem pendinginan. Jadi, kalau ada yang bilang radiator coolant bisa mendinginkan temperatur mesin, itu bohong. Selain itu, glycol juga mengandung bahan pelumas. Karena air di dalam radiator kan juga melewati water pump. Nah, part ini perlu pelumasan agar awet.

Di pasaran, RC dijual dalam 2 kemasan. Kemasan langsung tuang dan kemasan konsentrat. Untuk kemasan konsentrat, maka kita harus mencampurkan coolant tersebut dengan air. Karena di dalamnya hanya murni glycol. Kandungan lain yang ada dalam RC adalah anti-karat. Anti-karat ini bertugas melindungi besi di dalam radiator biar tidak korosif. Sehingga, radiator tidak gampang bocor.

Jadi, kalau memilih RC lihatlah spesifkasi. Perhatikan kandungan glycol di dalamnya dan juga ada anti karatnya atau tidak. Jangan terpaut pada warna saja. Karena warna merah, kuning maupun hijau itu tak punya pengaruh berlebih. Itu hanya zat pewarna biar tampilan menjadi terlihat menarik saja.

Demikianlah informasi mengenai Tips dan Cara Memilih Radiator Coolant Yang Tepat yang dapat MotorAlap sampaikan dalam kesempatan kali ini, semoga informasi ini bisa bermanfaat dan menjadi sumber inspirasi bagi kamu.
 
© Copyright 2016 - 2017 Inspirasi Dunia Otomotif | Powered by Blogger.com.