Tips dan Cara Memilih CDI Skutik Suzuki Yang Tepat

Tips dan Cara Memilih CDI Skutik Suzuki Yang Tepat ---CDI merupakan salah satu komponen yang sangat penting untuk diperhatikan kondisinya, apabila kondisi CDI tersebut sudah tidak layak pakai lagi maka mengganti CDI yang baru tentu saja merupakan hal yang wajib.
Tips dan Cara Memilih CDI Skutik Suzuki Yang Tepat
Dalam kesempatan kali ini MotorAlap akan mencoba berbagi sedikit tips untuk kamu para pengguna skutik Suzuki yang berniat untuk mengganti CDI skutik tunggangannya yaitu Tips dan Cara Memilih CDI Skutik Suzuki Yang Tepat, berikut informasi lengkapnya.
Layaknya ‘bos’ untuk memerintahkan perangkat pengapian di mesin, CDI memberi tugas bagi koil dan busi untuk memercikkan bunga api ruang bakar. Maklum saja, CDI memang mengatur waktu pengapian juga. 
Dari beberapa CDI yang sudah pernah dicoba, memang ada peningkatan tenaga yang dihasilkan, ini merupakan efek dari waktu pengapian yang bisa dimajukan beberapa derajat dibandingkan standarnya. Dengan berubahnya waktu pengapian, kurva powerband pun berubah. Misal putaran tengah dan atas kurvanya meningkat, dibanding CDI standar yang memang menghasilkan kurva pengapian dengan bentuk ‘rata’ alias peningkatannya tidak terlalu melonjak di putaran mesin tertentu. 
Dari beberapa CDI, ada yang menampilkan fitur programmable dan fixed. Programmable, memungkinkan mekanik ‘memainkan’ waktu pengapian yang diinginkan. Seperti pada BRT i-Max. Bisa diatur dalam 24 step. Adanya setelan ini, tiap beberapa putaran mesin kurva pengapiannya bisa diatur. Memang, aplikasi ini sangat berguna ketika tunggangan dipakai pada ajang balap, yang mementingkan power pada tiap putaran tertentu. 
Apalagi, ketika menemukan lintasan yang berbeda karakternya. Misal ketika beradu cepat di ‘Sentul kecil’ yang tikungannya tajam dengan jalur lurus tak terlalu panjang, diperlukan settingan berbeda dibanding sirkuit lain dengan karakter berbeda. Tetapi ada juga CDI yang fixed alias tidak bisa diubah-ubah waktu pengapiannya. Seperti Varro atau Andrion XP. 
Selain Andrion dan Varro, BRT juga membuat CDI fixed alias dengan kurva tetap, yaitu hyperband. Ada juga yang menyediakan fitur 2 kurva, yaitu BRT dualband. BRT hyperband dijual Rp 410 ribu, lantas dualband 460 ribu, sedangkan I-max Rp 1,1 juta. Sementara Andrion XP dijual beragam. Ada yang power 2, 4 dan 6 seperti yang gue pakai (power 6). Harganya berkisar Rp 750 ribu hingga Rp 1,45 juta. Sementara Varro di pasaran berkisar antara Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu. 
Jadi, untuk menaikkan tenaga dan kurva pengapian dengan instan, tinggal mencari CDI PNP ini saja. Teknologi memang memudahkan dan menyenangkan, bukan?

Demikianlah informasi mengenai Tips dan Cara Memilih CDI Skutik Suzuki Yang Tepat yang dapat MotorAlap sampaikan dalam kesempatan kali ini, semoga informasi ini bisa bermanfaat dan menjadi sumber inspirasi bagi kamu.
 
© Copyright 2016 - 2017 Inspirasi Dunia Otomotif | Powered by Blogger.com.